Berita Opini

OIKN Memastikan Bahwa IKN Tidak Menyebabkan Kerusakan pada Hutan Karena Lokasinya Dibangun di Lahan Monokultur

SorotNegeri.com – IKN dijamin tidak merusak hutan oleh Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) karena proyek tersebut didirikan di area hutan monokultur.

“Lokasi sekarang yang digunakan untuk pembangunan IKN itu hutan monokultur. Meski tidak ada IKN, tetap akan ditebang tiap 6-7 tahun untuk industri kertas. Jadi, IKN tidak merusak alam,” kata Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam IKN Myrna Asnawati Safitri Senin (29/1/2024).

Myrna menjelaskan bahwa meskipun hutan Kalimantan, yang disebut sebagai “heart of Borneo,” melintang dari barat ke utara, lokasi IKN tidak terletak di dalam wilayah tersebut. Pembangunan IKN hanya terhubung sebagai bagian dari ekosistem.

Sementara itu, Myrna menekankan perbedaan pemahaman mengenai definisi hutan. Ia mencatat bahwa terdapat definisi yang berbeda-beda terkait hutan.

“Kalau orang Jakarta mungkin ada pohon sedikit sudah disebut hutan, tapi kalau orang Kalimantan tidak. Jadi, itu tergantung bagaimana kita mendefinisikan hutan,” ujar dia.

Selanjutnya, Myrna menunjukkan bahwa pembangunan IKN yang memanfaatkan hutan hanya mencakup 40 ribu hektar dari total luas lahan IKN sebesar 252 ribu hektar. Dari luas tersebut, 40 ribu hektar merupakan hutan monokultur.

Baca Juga : Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia 2023

“Lokasi pembangunan sekarang sebagian besar di hutan monokultur, jadi tidak merusak hutan. Kalau konversi, tergantung definisinya,” kata dia.

Sebelumnya, Bambang Susantono, selaku Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), menyatakan bahwa upaya restorasi hutan yang sedang dilakukan oleh Indonesia di wilayah ibu kota Nusantara mendapatkan penghargaan dari komunitas internasional.

“Memang 65 persen dari luasan IKN Nusantara ini akan berupa hutan. Jadi hutan-hutan produksi sekarang yang monokultur akan kita hutankan kembali menjadi hutan tropis dan ini penting dan diapresiasi oleh banyak komunitas internasional bahwa Indonesia akan mencoba meng-reverse yang semula deforestasi menjadi reforestasi,” ujar Kepala OIKN Bambang usai peluncuran Peta Jalan Nol Emisi Nusantara RLDC di COP28 Dubai, Uni Emirat Arab, akhir tahun lalu.

Baca Juga : Jadwal Timnas Indonesia di Piala Asia 2023

Dapatkan informasi terupdate berita populer harian dari SorotNegeri. Untuk kerjasama lainnya bisa kontak email atau sosial media kami lainnya!

Related posts

Pemilu 2024 yang Damai dan Antusias Bukti Keberhasilan Demokrasi Indonesia yang Kondusif!

admin

Langkah Strategis Sekolah Menghadapi Perundungan dan Suarakan #StopBullydiSekolah

admin

Meninjau Putusan MK Soal Ambang Batas Parlemen dan Pilkada

admin

Leave a Comment