Momen Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran
Berita Populer

Momen Kirab Malam 1 Suro Mangkunegaran

Solo, Jawa Tengah – Kirab Malam 1 Suro yang rutin digelar di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali berlangsung sejak Selasa malam, 16 Juni 2026 hingga dini hari Rabu, 17 Juni 2026. Tradisi yang kaya nilai spiritual dan budaya ini menarik perhatian masyarakat luas, termasuk sejumlah selebriti Indonesia yang hadir mengenakan busana tradisional Jawa.

Dalam rangkaian acara itu, Prilly Latuconsina menjadi salah satu figur publik yang tampil dan berbagi pengalamannya mengikuti Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Solo. Lewat akun Instagram pribadinya (@prillylatuconsina96), Prilly mengungkapkan bahwa tradisi ini bukan sekadar menjaga warisan masa lalu, melainkan juga menjadi ruang refleksi spiritual dan penghargaan terhadap nilai-nilai leluhur. 

“Di tengah langkah yang berjalan dalam hening, aku belajar bahwa tradisi bukan hanya tentang menjaga masa lalu, tapi juga memberikan ruang untuk refleksi, menghormati nilai-nilai leluhur, dan mengingatkan kita untuk tetap membumi,” tulisnya pada 17 Juni 2026.

Penampilannya anggun dengan kebaya hitam brokat halus dan kain batik coklat terang model wiron, lengkap dengan sanggul klasik Jawa dan aksesori seperti bros serta giwang keemasan. Prilly tidak sendirian; Christine Hakim, Cynthia Ganesha, Raline Shah, Yenny Wahid, dan Jolene Marie juga turut hadir memeriahkan acara dengan balutan kebaya dan batik khas Jawa yang serasi dengan tema tradisi malam 1 Suro.

Christine Hakim tampil sederhana namun elegan dengan kebaya Kartini tanpa corak dan kain batik coklat, dilengkapi anting, bros tiga tingkat, serta kacamata hitam. Sementara itu, Cynthia Ganesha hadir bersama suaminya, Giring Ganesha, Wakil Menteri Kebudayaan RI. Cynthia mengenakan kebaya hitam dan besar diiringi tas hasil kolaborasi dengan desainer Ayu Dyah Andari.

Kirab pusaka juga menjadi pusat perhatian. Keraton Solo kubu Pakubuwono XIV Hangabehi menggelar kirab dengan 14 pusaka dan 3 ekor kebo bule diiringi para abdi dalem dan keluarga keraton, yang dilepas sekitar pukul 23.45 WIB dari Sasana Sewaka. Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat Keraton Solo, KPH Eddy Wirabhumi, menyatakan jumlah peserta kirab mencapai ribuan orang, termasuk tokoh masyarakat dan warga yang antusias menyaksikan prosesi tersebut.

“Kirab Malam 1 Suro merupakan momen refleksi dan doa bersama untuk harapan yang lebih baik. Semakin banyak peserta, semakin banyak yang berdoa demi kebaikan,” ujar Eddy.

Ditambahkan, terkait ada kegiatan serupa dari kubu Pakubuwono XIV Purbaya, kedua pihak berupaya menahan diri dan menjaga nama baik keraton dari potensi gesekan, menghormati nilai luhur budaya Jawa.

Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran dan Keraton Solo menjadi simbol pelestarian warisan budaya yang telah berlangsung lebih dari lima dekade. Menurut KGPH Panembahan Agung Tedjowulan selaku Pelaksana Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Keraton Solo, ritual ini adalah bagian dari tugas kebudayaan dalam menyambut tahun baru Jawa yang penuh makna.

Tradisi Malam 1 Suro tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga menegaskan pentingnya hubungan sosial dan spiritual bagi masyarakat Jawa. Konsistensi pelaksanaan ritual membuatnya diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda tingkat nasional oleh Kementerian Kebudayaan.

Kehadiran berbagai kalangan, dari masyarakat umum hingga selebriti, menunjukkan bahwa tradisi ini tetap relevan dan terus menguatkan jati diri budaya Jawa dalam kehidupan modern. Lewat acara ini, masyarakat diajak untuk mengenang akar budaya sekaligus melakukan kontemplasi demi masa depan yang lebih baik.

 

Related posts

Survei Indikator: Kinerja Mudik 2026 Dongkrak Kepercayaan Publik ke Polri

Geralda Talitha

Kakorlantas Tinjau Penerapan Smart City Road Safety di Polrestabes Bandung

christine natalia

Kakorlantas Polri Dorong Ojol dan Pecalang Jadi Pelopor Keselamatan Lalu Lintas di Bali

Salma Hn

Leave a Comment