Cikampek – Fenomena sopir truk yang memilih beristirahat atau tidur di bahu jalan tol semakin marak dan menimbulkan keprihatinan, terutama terkait aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan lain.
Dalam upaya menggali akar permasalahan sekaligus meningkatkan kesadaran, Kepala Induk Patroli Jalan Raya (Kainduk PJR) Cikampek, Kompol Sandy Titah Nugraha, menginisiasi sebuah kegiatan sosial eksperimen yang berlangsung pada malam hari.
Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk edukasi, tetapi juga meninjau langsung faktor penyebab praktik berbahaya tersebut.
Dalam dialog eksklusif yang dilakukan Kompol Sandy dengan sejumlah pengemudi truk selama eksperimen sosial, ditemukan bahwa keterbatasan fasilitas rest area menjadi alasan dominan para sopir memilih berhenti di bahu jalan.
Banyak sopir mengeluhkan bahwa rest area yang tersedia sering penuh, tidak cukup memadai menampung volume kendaraan berat yang terus meningkat di koridor tol Cikampek. Kondisi ini memaksa para pengemudi mencari alternatif lokasi beristirahat yang lebih mudah dijangkau, meskipun risiko bahu jalan lebih tinggi.
Kompol Sandy menegaskan bahwa praktik ini berpotensi mendatangkan risiko serius, mulai dari kerawanan tindakan kriminal terhadap sopir dan kendaraan, kerusakan akibat kondisi bahu jalan yang tidak ideal, hingga kemungkinan kecelakaan lalu lintas yang membahayakan pengguna jalan lain.
Oleh karena itu, ia mengimbau pengemudi agar disiplin beristirahat secara berkala, idealnya setiap dua jam sekali, dan menggunakan fasilitas rest area atau tempat yang aman untuk menghindari potensi bahaya tersebut.
“Untuk mencegah tindakan kriminal dan kecelakaan, kami mengedukasi pengemudi agar memanfaatkan rest area secara optimal,” ujar Kompol Sandy, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab kepolisian dalam melindungi keselamatan pengguna jalan.
Lebih lanjut, Kompol Sandy menyatakan niatnya untuk meneruskan aspirasi terkait keterbatasan fasilitas rest area kepada instansi terkait. Hal ini diharapkan bisa memacu penyusunan solusi jangka panjang guna meningkatkan kapasitas dan kualitas rest area yang memadai, sehingga pengemudi tidak lagi terdorong menggunakan bahu jalan sebagai tempat beristirahat.
Pada penutup kegiatan eksperimen sosial tersebut, Kompol Sandy menegaskan bahwa keselamatan berkendara sangat bergantung pada kedewasaan dan kesadaran pengemudi. Ia berharap melalui upaya yang komprehensif ini, kesadaran sopir truk akan risiko beristirahat di bahu jalan dapat meningkat dan kebiasaan tersebut dapat diminimalisir. Membangun budaya berlalu lintas yang aman dan tertib memerlukan kontribusi semua pihak, termasuk penyedia infrastruktur dan pengelola jalan tol.
