JAKARTA – Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai negara dengan keindahan alam paling menakjubkan di dunia pada 2026. Berdasarkan laporan terbaru dari Forbes dan survei Tripadvisor tahun 2026, Indonesia resmi menempati peringkat pertama sebagai negara terindah di dunia.
Penghargaan ini tidak hanya mencerminkan angka semata, tetapi juga kesuksesan Indonesia dalam mengelola pariwisata berkelanjutan di Tanah Air.
Indonesia meraih skor tertinggi sebesar 7,77 dari 10, mengungguli negara-negara lain seperti Selandia Baru dan Kolombia. Keunggulan Indonesia terletak pada keanekaragaman lanskap alam yang sangat kontras namun harmonis, mencakup berbagai ekosistem dan keindahan alam.
Keanekaragaman bahari Indonesia sangat fenomenal dengan lebih dari 17.000 pulau serta garis pantai terpanjang di dunia. Destinasi seperti Raja Ampat dan Kepulauan Komodo menjadi daya tarik utama bagi wisatawan penyelam dari berbagai negara.
Selain itu, hutan tropis di Kalimantan dan Sumatera serta jajaran gunung berapi megah seperti Bromo dan Rinjani memberikan nilai tambah dalam kategori kelestarian ekosistem alam. Pemandangan sawah berundak khas Subak di Bali tetap menjadi ikon estetika yang memadukan unsur budaya dan alam secara harmonis.
Daftar Lima Besar Negara Terindah Versi Forbes 2026:
- Indonesia – Skor 7,77 (Peringkat 1)
- Selandia Baru – Terkenal dengan pegunungan Alpen Selatan
- Kolombia – Keanekaragaman hayati Amazon
- Tanzania – Gunung Kilimanjaro dan Taman Nasional Serengeti
- Meksiko – Memadukan pantai tropis dan situs bersejarah Maya
Selain penghargaan negara, beberapa destinasi di Indonesia juga mendapatkan pengakuan khusus. Bali dinobatkan sebagai “Best of the Best Destination 2026” oleh Tripadvisor, mengalahkan kota besar seperti Paris dan London. Sementara Kepulauan Komodo masuk dalam daftar 20 tempat wisata terbaik dunia versi BBC, terkenal karena keunikan naga purba serta pantai pasir merah mudanya yang dikenal dengan nama Pink Beach.
Keberhasilan Indonesia mempertahankan posisi ini tidak terlepas dari upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui kebijakan pariwisata berbasis ekologi (eco-tourism). Pemerintah aktif mendorong digitalisasi sektor pariwisata serta menerapkan pembatasan kuota pengunjung di area sensitif seperti Taman Nasional Komodo untuk memastikan ekosistem tetap terjaga bagi generasi mendatang.
