Gambar pengumpulan minyak jelantah terbanyak di Jawa Tengah 2026
Berita Terkini

Pemprov Jateng Raih Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak

Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mencetak prestasi istimewa di bidang pelestarian lingkungan dengan menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Pemprov Jateng dalam aksi pemecahan rekor pengumpulan minyak goreng bekas atau minyak jelantah terbanyak yang melibatkan lebih dari 60 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Piagam penghargaan MURI bernomor 11.234/R.MURI/XI/2026 secara resmi diserahkan oleh Direktur Operasional MURI, Ari Andriani, kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Acara penyerahan berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, kota Semarang, pada Senin (2/11/2026).

Gerakan masif ini merupakan bagian dari strategi Pemprov Jateng untuk menanggulangi pencemaran limbah rumah tangga sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular berbasis partisipasi masyarakat.

Berdasarkan data resmi yang telah diverifikasi tim MURI, total minyak jelantah yang berhasil dikumpulkan mencapai 31.032,44 liter selama periode aksi yang ditetapkan. Keberhasilan ini didukung partisipasi aktif sebanyak 60.680 ASN dan pegawai BUMD dari Pemprov Jateng serta pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa tujuan aksi ini tidak hanya sekadar mengejar rekor, melainkan sebagai upaya edukasi kepada masyarakat luas terkait bahaya limbah domestik jika tidak dikelola dengan baik.

“Kami ingin memberikan contoh dari lingkungan pemerintahan terlebih dahulu. Minyak jelantah yang biasanya dibuang ke selokan dan mencemari air, atau bahkan dikonsumsi kembali secara tidak sehat, kini bisa dialihkan menjadi sumber energi terbarukan yang juga bernilai ekonomi,” ujar Taj Yasin dalam sambutannya di Semarang, Senin (2/11/2026).

Nilai ekonomi makro yang dihasilkan dari pengumpulan minyak jelantah ini mencapai Rp217.227.000. Pemprov Jateng menggandeng sektor swasta, yakni PT Biosirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari, untuk mengolah minyak yang terkumpul menjadi bahan bakar nabati (biodiesel) berstandar ekspor.

Di samping itu, Pemprov Jateng meluncurkan inovasi berupa mesin ATM BioDrop, sebuah fasilitas publik yang memungkinkan masyarakat secara mandiri menyetorkan minyak jelantah. Setoran ini nantinya dapat dikonversikan menjadi saldo digital ataupun insentif ekonomi lainnya.

Ke depan, gerakan ini akan diperluas secara struktural dengan melibatkan Tim Penggerak PKK dan kader Posyandu di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan tujuan menjangkau pemukiman dan rumah tangga di seluruh wilayah.

Sumber:

  • Data resmi penyerahan piagam MURI, Semarang, 2 November 2026.
  • Pernyataan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dalam laporan “Pemprov Jateng Kumpulkan 31 Ribu Liter Minyak Jelantah, Raih Rekor MURI” melalui ESG Now Republika.
     

Related posts

Bukan Ancaman, Tapi Peluang: Mengapa Adaptabilitas Kunci Sukses di Era AI dan Robot?

admin

Polantas Menyapa dan Melayani dalam Perspektif Local Wisdom Governance

admin

Strategi Menuju Kalimantan Selatan Zero Over Dimension dan Over Loading 2027

admin

Leave a Comment