Mandalika, NTB – Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Nusa Tenggara Barat (NTB), dengan estimasi mencapai hampir Rp5 triliun. Ajang balap motor kelas dunia ini menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata serta usaha lokal di daerah tersebut.
Erick Thohir, Menteri BUMN, menyatakan bahwa MotoGP Mandalika 2026 berhasil menggerakkan sektor pariwisata dan membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat. “Event-event ini membuktikan membantu ekonomi daerah,” ujar Erick di Paddock Sirkuit Mandalika, Minggu (11/10/2026). Ia juga merujuk pada laporan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal tentang penurunan angka kemiskinan di provinsi tersebut yang didukung oleh aktivitas ekonomi selama ajang internasional tersebut.
Menurut data dari Penyelenggaraan MotoGP Mandalika yang berlangsung 9–11 Oktober 2026, terdapat peningkatan jumlah penonton dengan total 157.875 orang selama tiga hari, melampaui rekor tahun sebelumnya yang mencapai 140.324 penonton. Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat serta peluang bagi pelaku usaha lokal di sektor akomodasi, kuliner, transportasi, dan pariwisata.
Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan bahwa selama lima tahun penyelenggaraan MotoGP di Mandalika, event ini berpengaruh besar terhadap ekosistem pariwisata NTB. “Trafik menuju Mandalika terus berkembang, diikuti pertumbuhan hotel, restoran, penerbangan, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya,” kata Dony.
Peningkatan konektivitas turut tercatat signifikan selama periode MotoGP 2026, seperti yang diungkap oleh Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Maya Watono. InJourney Airports mencatat 66 penerbangan tambahan di Bandara Internasional Lombok, termasuk penerbangan sewa dan pesawat berkapasitas lebih besar, juga tingkat hunian akomodasi di Mandalika yang hampir penuh.
Maya menegaskan bahwa MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang balapan selama tiga hari, melainkan mewariskan legacy positif bagi pengembangan destinasi dan perekonomian lokal. “Event ini menjadi katalis untuk mengembangkan destinasi, memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi lokal, dan membawa Indonesia ke panggung global,” ujarnya.
Lebih lanjut, penyelenggaraan MotoGP juga mendukung pengembangan talenta lokal. Sebanyak 380 marshal asal NTB telah menerima pelatihan sesuai standar Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM), dengan beberapa di antaranya sudah ditugaskan pada balapan internasional di luar negeri. Indonesia juga memiliki pembalap muda berkompetisi di kelas Moto2 dan Moto3, yaitu Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama.
Deputy CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carlos Ezpeleta, menilai Indonesia sebagai pasar strategis MotoGP di Asia. Antusiasme penggemar dan penjualan tiket yang tinggi memperlihatkan potensi besar pengembangan MotoGP di Indonesia dari sisi olahraga, ekonomi, dan pariwisata.
MotoGP Mandalika sejak 2022 hingga 2026 telah konsisten meningkatkan jumlah penonton, disertai pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi di NTB. Dengan lebih dari 632 juta penggemar global dan siaran di hampir 200 negara, MotoGP juga menjadi platform utama untuk memperkenalkan destinasi wisata, budaya, dan UMKM Indonesia ke panggung internasional.
Kesuksesan MotoGP Mandalika diukur tidak hanya dari gelar juara, tetapi dari pertumbuhan ekonomi, penguatan citra internasional Indonesia, dan lahirnya talenta baru di industri balap motor. Maya Watono menutup dengan menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian, BUMN, dan pemerintah daerah guna menjaga keberlanjutan dan sukses jangka panjang MotoGP di Mandalika.
